Creative

Creative Iklan: Image vs Video

Kapan pakai gambar, kapan pakai video, spesifikasi rasio yang benar, dan cara memanfaatkan output Agent 02 (image ads) & Agent 05 (video/VEO) biar nggak nge-design dari nol.

Creative adalah 80% penentu keberhasilan iklan. Targeting sebagus apapun, kalau gambar/videonya nggak bikin orang berhenti scroll, percuma. Kabar baiknya: kamu nggak perlu jago desain atau punya kamera mahal. Di Leveling Digital, dua agent AI siap bikinin: Agent 02 untuk image ads dan Agent 05 untuk video (termasuk prompt VEO).

Image vs Video: Kapan Pakai yang Mana?

IMAGE + Cepat dibuat + Murah ditest + Pesan langsung VIDEO + Storytelling + Lebih dipercaya + Demo produk
SituasiPilih
Baru mulai, budget terbatas, mau test banyak angle cepatImage
Produk butuh demo (cara pakai course, isi dashboard, before-after)Video
Pesan simpel & punchy (1 benefit, 1 harga, 1 CTA)Image
Mau bangun trust pakai testimoni / gaya UGC orang ngomongVideo
Scaling produk yang sudah terbukti lakuVideo (lebih tahan lama)
Strategi terbaik: Jangan pilih salah satu. Mulai test dengan image (cepat & murah cari angle pemenang), lalu ubah angle yang menang itu jadi video untuk scaling. Image buat eksplorasi, video buat eksploitasi.

Pakai Agent 02 untuk Image Ads

Agent 02 menghasilkan prompt + konsep image ad yang langsung bisa kamu generate di Nano Banana, Flux, atau Google Labs Flow. Cara optimal pakainya:

1
Kasih Agent 02 brief produk: apa yang dijual, harga (mis. Rp 149.000), target market, dan benefit utama.
2
Agent 02 keluarin beberapa angle berbeda — misal angle "hemat waktu", angle "anti gaptek", angle "bukti hasil". Tiap angle dapat prompt visual sendiri.
3
Generate tiap prompt, pilih 3–4 yang paling kuat secara visual, upload ke Ads Manager sebagai variasi creative dalam 1 adset.
Kenapa ini powerful: Kamu dapat 4 angle berbeda dalam hitungan menit, bukan berhari-hari menunggu desainer. Lebih banyak angle = lebih besar peluang nemu pemenang.

Pakai Agent 05 untuk Video / VEO

Agent 05 menyusun prompt VEO dan struktur scene untuk video ad. Output-nya bisa langsung kamu generate jadi klip lewat Google Flow / VEO, lalu dirakit jadi iklan vertikal. Detail alur lengkap dibahas di materi Bikin Video Ads dari Prompt VEO + VA.

Spesifikasi: Rasio yang Benar

Salah rasio = iklan kepotong, kelihatan amatir, performa anjlok. Ini patokan wajib:

1:1 Feed (aman) 9:16 Reels/Stories 4:5 Feed (optimal)
RasioUkuran pikselUntuk
1:11080 x 1080Feed Facebook & Instagram. Paling aman & serbaguna.
4:51080 x 1350Feed. Ambil ruang layar lebih besar = lebih menonjol.
9:161080 x 1920Reels, Stories. Wajib untuk video yang mau viral.
Aturan video: Selalu produksi versi 9:16 (vertikal penuh). Reels & Stories adalah penempatan termurah dan terluas di Indonesia. Teks penting jangan ditaruh terlalu mepet atas/bawah biar nggak ketutup UI.

Hook 3 Detik Pertama: Hidup atau Mati

Orang Indonesia scroll feed dengan jempol secepat kilat. Kalau dalam 3 detik pertama iklanmu nggak bikin mereka berhenti, sisa video nggak ada gunanya. Hook adalah pembuka yang menahan jempol.

Formula hook yang menang:

Hook pertanyaan: "Masih jualan tapi sepi orderan?"
Hook hasil: "Cuan Rp 5 juta dari jualan template Canva."
Hook kontroversi: "Berhenti bikin konten kalau belum tahu ini."
Hook pattern interrupt: Mulai di tengah aksi — tangan lagi ngetik, layar HP nunjuk notif transfer masuk.

Untuk image: "Hook" kamu adalah headline besar + visual yang kontras. Pakai warna mencolok (merah #FF3B3B works baik), angka konkret ("Rp 99rb"), dan 1 benefit yang jelas. Jangan penuhin gambar dengan tulisan kecil.

Aturan Praktis Bikin Creative

✅ Teks di gambar < 20% area (biar nggak ditekan jangkauannya)
✅ 1 creative = 1 pesan utama, jangan rakus
✅ Sebut harga dalam Rupiah kalau itu jualan poinmu
✅ Video: hook di detik 0–3, CTA di akhir
✅ Selalu ada CTA jelas: "Klik link di bio", "Pesan sekarang"
✅ Test minimal 3 angle berbeda sekaligus, jangan cuma 1

Sudah punya creative? Sekarang pastikan ditonton orang yang tepat. Lanjut ke Targeting & Audience.