Alur lengkap dari prompt VEO/Google Flow (output Agent 05) → generate klip → voiceover VA → edit & caption → render vertikal. Plus trik bikin video terasa natural ala UGC, bukan iklan kaku.
Video ad dulu butuh kru, kamera, talent, dan budget jutaan. Sekarang kamu bisa rakit video ad berkualitas iklan hanya bermodal prompt AI + suara voiceover. Kuncinya bukan tools-nya canggih, tapi alur kerjanya rapi. Ikuti pipeline 5 langkah ini.
Jangan nulis prompt VEO dari nol. Agent 05 Leveling Digital menyusunkan prompt sinematik plus struktur scene berdasar brief produkmu. Output-nya siap ditempel ke Google Flow / VEO.
Tempel tiap prompt ke Google Flow, generate, pilih hasil terbaik. Tips biar tidak bakar kuota:
• Generate per scene pendek (3–6 detik), jangan satu video panjang sekaligus — lebih mudah dikontrol.
• Buat 2–3 variasi tiap scene, ambil yang paling natural (tangan/wajah AI kadang aneh).
• Konsisten gaya antar-scene: pencahayaan & warna sama biar nyambung saat digabung.
• Selalu minta output vertikal / 9:16 dari awal kalau bisa.
Suara membuat video terasa hidup & dipercaya. Dua opsi:
| Opsi | Kapan dipakai |
|---|---|
| VA manusia (rekam sendiri/freelancer) | Paling natural & berlogat ID. Cocok untuk gaya UGC personal. |
| TTS / AI voice | Cepat & murah untuk test banyak script. Pilih suara Bahasa Indonesia yang luwes, hindari yang robotik. |
Rakit klip + voiceover di editor (CapCut paling umum & gratis di ID). Yang wajib ada:
Export final dengan setting yang benar untuk Meta:
• Rasio: 9:16 (1080 x 1920)
• Durasi ideal iklan: 15–30 detik (boleh sampai 60 dtk untuk storytelling)
• Format: MP4, H.264
• Safe zone: jangan taruh teks/CTA terlalu mepet atas-bawah (ketutup UI Reels)
• Hook tetap di detik 0–3, jangan ada intro logo panjang
Iklan yang terlihat seperti "iklan" langsung di-skip. Iklan yang terlihat seperti konten organik orang biasa (UGC) ditonton sampai habis. Cara bikin terasa natural:
• Handheld look: sedikit goyang/tidak terlalu mulus, seperti rekam pakai HP.
• Setting sehari-hari: kamar, dapur, kafe — bukan studio mengkilap.
• Buka dengan ngobrol: "Eh aku mau cerita..." bukan voiceover formal.
• Tampilkan wajah & emosi: ekspresi nyata bikin trust naik.
• Sedikit "tidak sempurna": jeda, ketawa kecil, koreksi diri — justru bikin percaya.
• Tunjukkan bukti nyata: screenshot transfer masuk, isi dashboard, layar HP asli.
Mau pahami kapan video lebih unggul dari gambar? Baca Creative Iklan: Image vs Video.